RSS

Orangtua & Guru Harus Kompak Beri Pendidikan Seks

01 Des

Pendidikan seks harus diberikan sejak dini. (Foto: Iradhatie W/Okezone)

JAKARTA – Pendidikan seks tak sebatas hubungan intim antara laki-laki dan perempuan. Sejak kecil, saat seorang anak mengetahui dan mengenali perbedaan jenis kelamin, hal tersebut juga bisa dikatakan sebagai pendidikan seks.

Mengajar pendidikan seks di tingkat taman kanak-kanak tentu bukan hal yang mudah. Seorang guru harus pintar dalam menyampaikan materi yang dinilai tabu dan sensitif tersebut.

“Tentu sempat bingung waktu awal. Kita ini kan hidup di zaman dulu yang tidak mendapat pengetahuan itu. Kemudian juga harus menghadapi orangtua yang bisa jadi lebih kolot dalam menilai seksualitas,” ujar salah satu guru TK, Ninin Suhertin kepadaOkezone, belum lama ini.

Ninin mengatakan, sebelum akhirnya memutuskan memberikan pendidikan seksual kepada anak, pihak sekolah sudah mengadakan pertemuan dengan orangtua terlebih dulu. Tujuannya, yakni untuk menyosialisasikan dan memberikan wawasan bagi mereka tentang pentingnya pendidikan seks.

“Guru dan orangtua harus punya pandangan yang sama tentang seks. Sehingga, apa yang didapatkan siswa di sekolah sejalan dengan dengan apa yang mereka dapat di keluarga. Oleh karena itu samakan dulu persepsinya,” ucapnya.

Guru TK Latihan YBBSU Balikpapan itu menyatakan, saat ini karena di kalangan guru sudah merasa nyaman mengajarkan tentang pendidikan seks, maka edukasi tersebut sudah diintegrasikan kepada kegiatan belajar mengajar (KBM) sehari-hari sehingga masuk dalam pembiasaan. Dan pada awal pendidikan seks, sekolah juga mempersilakan jika ada orangtua yang ingin ikut melihat dan mengawasi jalannya proses pembelajaran. Siswa pun diajari bertahap. Pertama-tama dilakukan dengan mengenali bagian tubuh.

“Jadi mulai dengan pengenalan bagian tubuh. Misalnya mata untuk melihat bukan untuk mengintip. Begitu juga seterusnya hingga menjelaskan bahwa vagina dan penis digunakan untuk buang air kecil, dan lain sebagainya,” terangnya.

Ninin berpendapat, anak-anak itu seperti kertas putih, sehingga apa yang disampaikan bisa mereka cerna sebagai sebuah pengetahuan. Pendidikan seksual sendiri, jelas dia, bertujuan untuk membuat para siswa punya rasa percaya diri dan menghargai dirinya sendiri.

“Kita ada modul. Selain itu, pendidikan seks juga bisa disampaikan melalui boneka dan buku cerita. Semua itu efektif tergantung gurunya apakah bisa membangkitkan semangat anak didiknya atau tidak. Bahkan, menggunakan metode diskusi juga bisa,” tutur Ninin.

Sumber: http://news.okezone.com

 
Tinggalkan komentar

Ditulis oleh pada 1 Desember 2015 in Berita Guru, Guru

 

Tag: , ,

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

 
%d blogger menyukai ini: