RSS

Menag: Guru Sosok Paling Hebat

01 Des

Menag: Guru Sosok Paling Hebat

INFO NASIONAl – Jika Menag Lukman Hakim Saifuddin diwawancarai wartawan profesional, mungkin itu sudah biasa. Tapi nuansanya berbeda ketika yang bertanya adalah Reporter Cilik.

“Apa cita-cita Bapak waktu kecil?” tanya salah satu Reporter Cilik yang pada Jumat, 27 November 2015 berkunjung ke ruang kerja Menag. Berjumlah 11 orang, lengkap dengan buku catatan dan alat tulis serta rompi biru dengan tulisan Reporter Cilik, mereka menemui Menag untuk melakukan wawancara. Saat itu, Menag didampingi Kepala Pusat Informasi dan Humas Rudi Subiyantoro.

Sempat tertegun, Menag lalu tersenyum dan menjawab kalau dulu dia ingin menjadi  guru. Menurut Menag,  guru adalah sosok yang paling hebat. “Karena guru paling mengerti segalanya dan membuat orang menjadi pintar, serta berakhlak mulia,” ujar Menag.

Menag lalu berkisah tentang  perjalanan pendidikannya. Selain belajar di sekolah umum, Lukman kecil juga menuntut ilmu di madrasah diniyah. Hal itu, menurut Lukman memberi keuntungan. Sebab, selain ilmunya semakin banyak, teman-temannya juga menjadi banyak.

Lulus sekolah dasar, Lukman melanjutkan pendidikannya di  salah satu SMP di Jakarta. Dari situ,  Lukman muda melanjutkan pendidikannya  di Pondok Pesantren Darussalam Gontor,  lalu kuliah di salah satu Pergururan Tinggi di Jakarta. Selama kuliah, Menag mengaku sudah aktif di organisasi kampus dan Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM). Aktivitas itu berlanjut  di partai politik hingga menjadi anggota DPR RI dari tahun 1997 hingga 2014. Pertengahan tahun 2014, Lukman dipercaya membantu Presiden SBY sebagai Menteri Agama. Kepercayaan yang sama diberikan oleh  Presiden Joko Widodo sehingga dia menjabat Menteri Agama sampai dengan sekarang.

Sebagai Menteri Agama, Lukman mengaku  tugas yang diembannya sangat banyak. Tugas itu antara lain menjamin pendidikan agama dan keagamaan di seluruh Indonesia semakin meningkat kualitasnya, juga pemahaman  keagamaan masyarakat semakin baik, termasuk agar Indonesia semakin rukun meski berbeda suku dan agamanya. Saat itu Menag bertanya kepada para Reporter Cilik “Siapa di antara kalian yang mau jadi Menteri”?

Menag menyambut baik program Reporter Cilik. Menurut Menag, program ini baik  dalam upaya mengenalkan dunia jurnalistik sejak usia Sekolah Dasar. “Ini patut kita apresiasi, karena dapat mengembangkan potensi-potensi anak usia SD akan kemampuan mereka menulis berita dan menyajikannya,” tuturnya. 

Menag berharap para Reporter Cilik ini bertambah wawasan dan ketrampilan jurnalistiknya. Kepada para Reporter Cilik, Menag juga berharap bahwa di tangan anak-anak yang berkualitas,  Indonesia akan jauh lebih maju. Peluang untuk menjadi sukses sangat terbuka bagi anak-anak Indonesia. Kalau anak zaman dahulu penuh keterbatasan, saat ini segala fasiltas teknologi modern sudah ada dan sangat membantu dalam menggali sumber ilmu pengetahuan. “Jadi kesempatan untuk menjadi besar dan maju sangat mungkin,” kata Menag. (*) 

Sumber: http://nasional.tempo.co

 
Tinggalkan komentar

Ditulis oleh pada 1 Desember 2015 in Berita Guru, Guru, UKG

 

Tag: ,

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

 
%d blogger menyukai ini: