RSS

Guru Cantik Ini Ternyata Hobi Naik Gunung

01 Des

Menjadi guru tak menghalangi Widya Yustika menjalani hobi naik gunung. (Foto: Iradhatie W/Okezone)

JAKARTA – Guru identik menjadi sosok yang kalem dan tenang. Namun, ternyata ada guru yang justru punya hobi sedikit ekstrim, seperti mendaki gunung.

Tak disangka sosok guru yang hobi naik gunung tersebut memiliki paras yang cantik dan manis. Dia adalah Widya Yustika, seorang guru ilmu pengetahuan alam (IPA) di SMP International Islamic Secondary School (IISS) Jakarta. Menurutnya, naik gunung dan travelling merupakan kegiatan yang seru dan menyenangkan.

“Saya memang suka travelling dan hiking. Tapi belum banyak gunung yang didaki. Ada Gunung Gede Pangrango, terus Semeru, tapi belum sampai puncak,” ucapnya kepadaOkezone.

Lulusan Universitas Pendidikan Indonesia (UPI) pada 2011 ini menceritakan, awalnya dirinya tak berniat menjadi guru. Dia sempat berpikir menjadi peneliti di laboratorium atau bekerja di bank.

“Padahal jurusan saya pendidikan biologi. Tapi setelah dipikir-pikir, paling enak memang mengajar. Sempat mengajar di bimbel juga. Jadi dari lulus langsung jadi guru sampai sekarang,” tuturnya.

Disinggung mengenai kecantikannya, Widya tak menampik banyak murid yang mengaguminya. Hal itu, ujar dia, ditandai dengan para murid yang selalu memberikan komentar terhadap penampilannya sehari-hari.

“Saya sebenarnya enggak berlebihan memakai make up. Tapi, dari segi penampilan, memang cukup pemilih hari ini mau pakai baju apa,” jelasnya.

Widya sendiri senang menghadapi berbagai karakter anak didiknya. Apalagi, di masa-masa puber mereka kerap mencurahkan isi hatinya, seperti tentang gebetan. Sebagai seorang guru, dia mengaku menjadi pendengar yang baik, namun tetap menasihati muridnya supaya tidak pacaran dulu.

“Kalau di kelas tentu saya bisa tegas dan disiplin. Biasanya saya dan siswa buat kesepakatan di awal pertemuan. Bagi yang berprestasi tentu akan diberi reward, tapi bagi yang bandel akan diberi punishment,” sebutnya.

Perempuan berhijab itu mengungkapkan, selama menjadi guru juga sempat kesal dengan siswa yang tidak tertib. Bahkan, dia pernah meninggalkan kelas sebentar sebelum akhirnya kembali mengajar kembali setelah para murid berjanji akan mengikuti pelajaran dengan baik.

Guru di tempatnya mengajar, lanjut Widya, memang memiliki kedekatan dengan para siswa. “Kita harus pintar dalam menghadapi anak-anak. Karena ada juga yang bandel tapi tidak bisa jika dikasari. Anggap murid itu subjek bukan objek,” tambahnya.

Di momen hari guru nasional (HGN) yang diperingati belum lama ini, Widya berharap dirinya bisa terus menjadi pendidik. Dia tak pernah merasa bosan lantaran selalu mendapat pengalaman berbeda ketika berinteraksi dengan anak yang berbeda.

“Semoga anak yang saya didik bisa lebih baik sikapnya, menghargai orangtua dan guru, serta sukses di masa depan,” tukasnya.

Sumber: http://news.okezone.com

 
Tinggalkan komentar

Ditulis oleh pada 1 Desember 2015 in Berita Guru, Guru

 

Tag: , , , , ,

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

 
%d blogger menyukai ini: