RSS

Intel Latih 90 Ribu Guru di Indonesia

29 Nov

Jakarta – Masa depan bangsa Indonesia salah satunya ditentukan oleh kualitas pendidikan sumber daya manusianya. Hal itu membuat raksasa teknologi Intel tergerak untuk terus mendorong transformasi pendidikan di negeri ini lewat Intel Teach Program.

“Transformasi pendidikan untuk memenuhi kebutuhan peserta didik saat ini membutuhkan dukungan yang berkelanjutan, khususnya untuk para guru, agar mereka bisa menerapkan praktik pengajaran baru,” kata Harry K. Nugraha, Country Manager Intel Indonesia, dalam keterangannya, Minggu (29/11/2015).

Studi menunjukkan bahwa kualitas guru adalah pengaruh terbesar terhadap prestasi belajar siswa. Sementara, keberhasilan setiap perubahan pendidikan tergantung pada efektivitas guru dalam menyusun ulang kurikulum, pelajaran, dan penilaian.

Harrymenjelaskan bahwa Intel Teach telah dikembangkan melalui penelitian dan lebih dari satu dekade pengalaman kerja sama dan bermitra dengan pemerintah, LSM, lembaga multilateral, dan pendidikan di seluruh dunia, Intel telah mengembangkan model yang komprehensif untuk transformasi pendidikan yang efektif.

Ia juga menambahkan model transformasi pendidikan dari Intel menekankan pada pendekatan holistik, meliputi lima komponen utama yaitu reformasi kebijakan, kurikulum & penilaian, pengembangan guru profesional, informasi teknologi komunikasi, dan, penelitian & evaluasi. Ini merupakan faktor-faktor untuk mencapai perbaikan pendidikan.

“Model ini memungkinkan suatu negara untuk menerapkan upaya transformasi pendidikan sistematis untuk memastikan bahwa program dan solusi teknologi yang dipilih adalah yang paling tepat untuk memenuhi tujuan negara,” kata Harry.

Intel Teach Program yang dihadirkan melalui kemitraan publik-swasta dengan kementerian pemerintah dan lembaga pendidikan guru di seluruh dunia, adalah program terbesar dari yang sejenisnya dan telah mencapai lebih dari 10 juta guru di lebih dari 70 negara.

Program ini memungkinkan guru untuk belajar dari praktik-praktik terbaik guru lain bagaimana integrasi teknologi dalam meningkatkan belajar siswa dan memberikan siswa keterampilan abad ke-21 yang akan membantu mereka berhasil dalam ekonomi pengetahuan global.

“Indonesia menjadi negara ke-45 yang mengimplementasikan Intel Teach Program. Intel Indonesia memulai program ini pada pertengahan tahun 2007 dan sejak itu kami telah mendukung program pemerintah dalam menyediakan akses teknologi bagi masyarakat termasuk para guru melalui berbagai program pelatihan guru di seluruh Indonesia,” kata Harry.

Latih 90.000 Guru

Sementara itu, bersama dengan Kementerian Pendidikan & Kebudayaan, Intel Educate Future Scientist melatih tentang bagaimana mengajarkan ilmu pengetahuan dengan cara yang menyenangkan. Program ini bekerja sama dengan badan usaha milik negara, lembaga kepemerintahan, perguruan tinggi, asosiasi guru, dan LSM untuk melaksanakan Intel Teach Program.

Intel Teachers Professional Learning, menurut Harry, telah menginspirasi lebih dari 90.000 guru dari seluruh Indonesia. Intel juga memiliki lebih dari 15.000 Master Teacher di 61 kota di seluruh Indonesia sebagai hasil kolaborasi dengan Telkom melalui Intel Teachers Professional Learning Program.

“Intel juga telah melatih guru-guru di daerah terpencil seperti Pulau Sebatik di Kabupaten Nunukan, Kalimantan Utara, Wanci di Kabupaten Wakatobi, Sulawesi Tenggara, dan juga di Papua,” paparnya.

Salah satu partisipan yang berhasil dari Program Intel Teach adalah Fathur Rachim, guru dari SMAN 10 Samarinda, Kalimantan Timur yang kini menyandang gelar Master Trainer Intel Teach dan Intel Visioner Ambassador. Bulan Oktober 2015 lalu, ia terpilih untuk mengikuti Intel Education Visionaries Program yang diselenggarakan di Kantor Pusat Intel di Santa Clara, California, Amerika Serikat.

Intel Education Visionaries Program adalah kelompok elite dari sekitar 40 orang yang akan menjadi contoh dalam transformasi pendidikan global, menginspirasi dan berbagi praktik terbaik dengan para pengajar, administrator dan orang tua di seluruh dunia; dan membantu Intel merancang masa depan teknologi pendidikan.

The Visionaries berasal dari seluruh dunia dan mereka dipilih berdasarkan wawasan mereka, semangat, dan pengalaman yang terbukti sebagai agen perubahan, dan menjadi seorang visioner yang membuka peluang dunia. Ini adalah komunitas yang membentuk masa depan pembelajaran, bekerja dengan Intel dalam pendidikan untuk mengubah aktivitas belajar mengajar dan menginspirasi para pengajar di mana-mana.

Selama acara berlangsung, Fathur memiliki kesempatan untuk berbagi ide dengan Visioner lainnya dari seluruh dunia, melihat teknologi baru dan solusi dari startup teknologi pendidikan, belajar lebih banyak tentang Intel dalam Pendidikan, mendapatkan pembekalan melalui beberapa kegiatan STEAM (STEM + Art) yang menarik, dan membawa pulang ide-ide global yang baru dan hubungan untuk kabupaten, sekolah, dan ruang kelas.

Fathur menyebutkan bahwa Program Intel Teach ini sangat baik untuk diterapkan di Indonesia. Konten Intel Teach Easy Step dan Intel Teach Essential Course dalam program ini bisa menjadi jawaban untuk pelaksanaan kurikulum 2013.

“Model transformasi pendidikan Intel membantu pemerintah meningkatkan kualitas sistem pendidikan mereka, yang mengarah kepada peluang ekonomi dan sosial bagi warganya, Intel diposisikan secara unik untuk membantu negara-negara unggul dalam ekonomi global melalui kolaborasi teknologi, program pendidikan, dan kemitraan,” pungkas Harry.

Sumber: http://inet.detik.com

 
Tinggalkan komentar

Ditulis oleh pada 29 November 2015 in Berita Guru, Guru

 

Tag: , , , ,

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

 
%d blogger menyukai ini: