RSS

Rambutnya Dijambak dengan Keras Hingga Pingsan, Seorang Guru Diperkosa Muridnya

27 Nov

Rambutnya Dijambak dengan Keras Hingga Pingsan, Seorang Guru Diperkosa Muridnya

TRIBUNPONTIANAK.CO.ID – Seorang remaja berusia 16 tahun yang memperkosa gurunya telah dikenai hukuman penjara enam tahun oleh Mahkamah Agung negara bagian Kawasan Utara (Northern Territory) di Darwin.

Murid tersebut sebelumnya sudah dinyatakan bersalah bulan April lalu, memperkosa guru tersebut, setelah sang guru baru saja selesai berolahraga.

Di pengadilan diungkapkan bahwa dua orang terlibat dalam tindakan tersebut yang terjadi di sebuah komunitas terpencil di negara bagian tersebut.

Yang pertama adalah seorang remaja berusia 18 tahun yang memaksa guru itu masuk ke semak-semak dan memaksanya melakukan oral seks.

Hakim Agung Trevor Riley mengatakan remaja kedua, berusia 16 tahun kemudian juga memaksa sang guru melakukan oral seks terhadapnya, padahal sang guru sedang dalam keadaan setengah pingsan.

Sang guru wanita menderita cedera di tempurung otaknya, karena rambutnya dijambak dengan keras.

“Kamu masih ingin mendapatkan kepuasan seksual padahal dia sudah setengah pingsan.” kata Hakim Riley.

Dalam sidang juga diungkapkan bahwa remaja berusia 16 tahun ini mengatakan “maaf, bu guru, ini bukan salah saya.”

Dan gurunya menjawab ketika itu ‘kamu sebenarnya memiliki pilihan.”

Murid berusia 16 tahun memiliki tingkat kecerdasan rendah, namun dia dianggap masih bisa membedakan mana tindakan salah dan benar.

Jaksa penuntut Mary Chalmers mengatakan bahwa remaja tersebut menulis surat permintaan maaf kepada gurunya, yang menunjukkan bahwa pelakunya tidak merasa bertanggung jawab atas tindakannya.

“Pada awalnya dia mengatakan ‘maaf’ dan kemudian disusul dengan ‘ini bukan ide saya untuk melakukannya.” kata Chalmersdi persidangan.

Dalam pembelaannya, pengacara John Adams mengatakan karena usia pelaku dan dia bukan pelaku utama, maka remaja berusia 16 tahun ini patut mendapat hukuman yang ringan.

“Kemungkinan dia melakukan tindakan itu lagi rendah. Dia tidak lagi melakukan pelanggaran apapun sampai sekarang.” katanya.

Hakim memutuskan menjatuhkan hukuman enam tahun, dengan masa tahanan sekurang-kurangnya empat tahun.

Sumber: http://pontianak.tribunnews.com

 
Tinggalkan komentar

Ditulis oleh pada 27 November 2015 in Berita Guru, Guru

 

Tag: , ,

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

 
%d blogger menyukai ini: