RSS

PGRI: Pemerintah Bayar Tunjangan Guru Rp 8,7 Triliun

15 Des

 Ribuan guru menghadiri acara puncak peringatan Hari Guru Nasional Tahun 2013 dan HUT ke-68 Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI) di Istora Senayan, Jakarta, Rabu (27/11). (Republika/Prayogi)

Ribuan guru menghadiri acara puncak peringatan Hari Guru Nasional Tahun 2013 dan HUT ke-68 Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI) di Istora Senayan, Jakarta, Rabu (27/11). (Republika/Prayogi)

Sabtu, 30 November 2013, 12:46 WIB

REPUBLIKA.CO.ID, BENGKAYAN — Pemerintah akan membayar tunjangan profesi guru yang tertunda realisasinya, pada 2014, sebesar Rp 8,7 triliun.

“Tunjangan guru yang sempat tertunda itu akan segera dibayarkan pada tahun 2014 antara Rp8,7 triliun hibngga Rp11 triliun,” kata Ketua Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI) Provinsi Kalimantan Barat, Firdaus saat upacara HUT PGRI dan Hari Guru Nasional Provinsi Kalimantan Barat yang dipusatkan di Bengkayang, Sabtu (30/11).

Selain itu, pemerintah juga akan mengkaji pangkat guru yang kini menumpuk di golongan IV A. “Hal itu adalah sebagian dari usul PGRI yang mendapat apresiasi pemerintah,” kata Firdaus yang disambut gembira ribuan guru yang memadati halaman Kantor Bupati Bengkayang.

Ia menambahkan pemerintah juga akan mengkaji kewajiban jam mengajar selama 24 jam untuk guru terutama yang sudah sertifikasi. “Sedangkan untuk guru honorer, akan dibentuk tim bersama,” kata Firdaus.

Sementara itu, Gubernur Kalbar Cornelis menuturkan bahwa pegawai negeri sipil bukanlah milik pemerintah daerah melainkan pemerintah pusat. “Jadi daerah hanya menggunakan, kalau ada yang demo-demo, masalah tunjangan profesi guru, yang berutang itu pemerintah pusat,” kata Cornelis.

Ia juga mengingatkan guru untuk menggunakan dana bantuan operasional sekolah dengan sebaik-baiknya. “Gunakan sesuai aturan yang berlaku supaya tidak berurusan dengan hukum,” kata Cornelis.

Salah satu yang diupayakan pemerintah adalah mentransfer langsung dana tersebut. “Anak-anak yang menerima beasiswa, harus mendapatkan haknya, jangan mengambil hak mereka,” katanya menegaskan.

Bupati Bengkayang Suryadman Gidot menambahkan kegiatan ini jangan sekedar menjadi rutinitas tahunan melainkan sebagai momentum untuk memperbaiki segala sisi. Selain upacara, juga digelar sejumlah kegiatan di antaranya seminar nasional dan rapat kerja daerah PGRI.

Redaktur : Karta Raharja Ucu
Sumber : Antara
 
Tinggalkan komentar

Ditulis oleh pada 15 Desember 2013 in Berita Guru, Guru, Info Guru, Informasi Guru, PGRI

 

Tag: , , , ,

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

 
%d blogger menyukai ini: